Kegiatan yang berlangsung pada puasa ke-9 Ramadan 1447 Hijriah itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir pula Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Kota Tual, Salim Nuhuyanan yang turut berdialog langsung dengan para jurnalis.
Dalam arahannya, Buce Rahakbauw menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda berbuka bersama, melainkan ruang konsolidasi memperkuat solidaritas dan profesionalisme wartawan di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual.
“Wartawan adalah pejuang pencari berita. Di tengah keterbatasan sarana dan tantangan geografis wilayah kepulauan, rekan-rekan tetap konsisten menyampaikan informasi kepada publik. Dedikasi ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi melalui pemberitaan yang independen, berimbang, dan bertanggung jawab. Menurutnya, kebersamaan antarawak media menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika sosial dan tantangan jurnalisme di era digital.
Ketua PWI Malra juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menciptakan keterbukaan informasi publik serta membangun iklim kerja pers yang sehat dan profesional. Sinergi yang telah terbangun, katanya, harus terus diperkuat demi mendorong pembangunan dan stabilitas di wilayah Kei.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta lembaga vertikal lainnya yang selama ini bersinergi dengan pemerintah dan insan pers dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah.
“Kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga vertikal, dan media adalah kekuatan besar untuk membangun Kei yang aman, maju, dan harmonis,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Waswas Kesbangpol Kota Tual, Salim N., menyampaikan apresiasi atas peran media dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menilai pemberitaan yang akurat dan menyejukkan sangat penting dalam mendukung deteksi dini potensi konflik serta memperkuat ketahanan informasi masyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi santai membahas isu-isu aktual daerah, tantangan jurnalisme digital, serta komitmen bersama menjaga situasi tetap aman dan kondusif di Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Kegiatan sederhana namun sarat makna ini menjadi simbol kuat bahwa solidaritas dan komunikasi yang baik antarinsan pers serta pemangku kepentingan merupakan kunci menjaga persatuan dan pembangunan di Kepulauan Kei.


