Seminar tersebut juga menghadirkan Dr. Hj. Anis Byarwati, Anggota DPR RI Fraksi PKS Komisi XI, sebagai narasumber nasional. Kegiatan ini diikuti kader PKS, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur pemerintah daerah, dan menjadi ruang strategis penguatan nilai kebangsaan serta keadilan sosial.
Dalam pemaparannya, Saadiah menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran konsep, melainkan harus hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh peserta untuk mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
Menurut Saadiah, Maluku sebagai wilayah kepulauan memiliki tantangan sekaligus potensi besar. Laut bukan hanya identitas, tetapi juga sumber utama kehidupan masyarakat. Karena itu, ia menilai pembangunan nasional harus menjangkau wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara adil dan merata.
“Kebangsaan yang kuat adalah kebangsaan yang adil, yang memastikan tidak ada wilayah dan masyarakat yang tertinggal,” tegas Saadiah di hadapan peserta seminar.
Sementara itu, Anis Byarwati menyoroti pentingnya ketahanan ekonomi masyarakat sebagai bagian tak terpisahkan dari keadilan sosial. Ia menyampaikan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari penguatan ekonomi keluarga, peningkatan literasi keuangan, serta kebijakan fiskal yang berpihak kepada rakyat kecil, termasuk masyarakat di daerah kepulauan seperti Maluku Tenggara.
Pelaksanaan Seminar Kebangsaan ini dirangkaikan dengan Rakerda PKS Maluku Tenggara, yang menjadi momentum konsolidasi organisasi dan perumusan arah kerja politik ke depan. Saadiah menilai sinergi antara penguatan nilai kebangsaan dan kebijakan ekonomi kerakyatan menjadi kunci agar perjuangan politik benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Selain itu, Saadiah juga memberi perhatian khusus pada peran pemuda. Menurutnya, generasi muda harus tampil sebagai penjaga nilai kebangsaan, jembatan antara umat dan negara, sekaligus agen perubahan bagi masa depan Maluku dan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Saadiah Uluputty dan Anis Byarwati berharap nilai-nilai kebangsaan dan keadilan sosial semakin mengakar di tengah masyarakat, serta menjadi fondasi kuat dalam membangun Maluku Tenggara yang adil, berdaya, dan berkeadaban.


