Warga yang dievakuasi diketahui bernama Waita Salay (53). Ia mengalami keluhan sesak napas, pembengkakan pada kaki dan tangan, serta muntah-muntah, sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Proses evakuasi dipimpin oleh anggota Satgas Pulau Terluar, Kopda Abdul Kadir Yamco, dengan menggunakan speed boat milik Desa Warabal. Rute evakuasi ditempuh melalui jalur laut dari Desa Warabal menuju Desa Benjina, lokasi sandar Kapal Rumah Sakit Nusa Waluya II.
Rombongan berangkat sekitar pukul 03.00 WIT dan tiba dengan selamat di Desa Benjina pada pukul 09.00 WIT, meskipun harus menempuh perjalanan laut cukup panjang dari wilayah kepulauan terluar.
Kopda Abdul Kadir Yamco mengatakan, bantuan evakuasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab TNI AD, khususnya Satgas Pulau Terluar Kodim 1503/Tual, dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Kami selalu siap membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat, sebagai bentuk pengabdian TNI AD kepada rakyat,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta memastikan kehadiran negara tetap dirasakan hingga ke wilayah pulau-pulau terluar di Maluku.


