Gelap Picu Bentrok, Pelni Terangi Titik Rawan Tual

Gelap Picu Bentrok, Pelni Terangi Titik Rawan Tual. Foto/dok: istimewa.
TUAL, HARIANMALUKU.com — Kondisi gelap selama ini menjadi ruang lahirnya bentrok dan kriminalitas. Untuk memutus mata rantai itu, PT Pelni Cabang Tual memasang tujuh unit lampu jalan tenaga surya di lima titik rawan Kota Tual, Selasa (13/1/2026).

Pemasangan dilakukan melalui program Cahaya Baru Tual, hasil kolaborasi PT Pelni (Persero), Relawan Nusantara, dan Dirgantara, menggunakan skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN.

Kepala Kantor Pelni Cabang Tual, Teguh Harisetiadi, menegaskan program ini menyasar kebutuhan paling mendasar masyarakat: rasa aman.

“Kami memfasilitasi penerangan jalan umum berbasis solar panel agar langsung dimanfaatkan masyarakat. Ini bentuk kehadiran BUMN dan negara, bukan sekadar urusan bisnis,” kata Teguh.

Lampu jalan berbasis tenaga surya dipilih karena mandiri energi, tidak bergantung pada jaringan listrik, serta tetap berfungsi dalam kondisi darurat—sesuai karakter wilayah kepulauan seperti Tual.

Dari sisi pemerintah daerah, pemasangan PJU dinilai sebagai langkah preventif menekan konflik sosial. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tual, Dullah Atnangar, menyebut banyak perkelahian terjadi di lokasi minim penerangan.

“Kalau gelap, orang bisa berbuat apa saja. Perkelahian dan kriminal sering muncul di titik-titik seperti itu. Dengan penerangan, potensi itu bisa ditekan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tual berharap program serupa diperluas hingga desa-desa dan wilayah kepulauan yang selama ini rawan konflik. Pemkot juga akan menerbitkan surat edaran agar fasilitas yang sudah dipasang dijaga dan dirawat oleh masyarakat.

“Kalau sudah dibantu, jangan dirusak. Ini tanggung jawab bersama,” tegas Dullah.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR