Imbauan tersebut disampaikan Erwin di Langgur Kamis, (25/12/2025), menyusul ditemukannya kondisi lingkungan pantai yang memprihatinkan, berupa bercak darah serta sisa tulang-tulang binatang di area tempat duduk pengunjung.
“Kami mengimbau kepada basudara semua yang biasa berburu di lokasi wisata Pantai Wee, agar memperhatikan dampak yang ditimbulkan. Saat ini ditemukan darah dan bekas tulang binatang di area pantai,” ujar Erwin dalam keterangannya.
Ia menegaskan, mulai hari ini dan seterusnya, pemerintah ohoi tidak lagi bertanggung jawab apabila masih ada aktivitas berburu yang dilakukan di kawasan Pantai Wee.
“Mulai hari ini sampai seterusnya, kalau masih ada yang berburu di lokasi Pantai Wee, jangan salahkan kami,” tegasnya.
Pantai Wee selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang sering dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan. Pemerintah ohoi berharap kesadaran bersama dapat terbangun demi menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian kawasan wisata tersebut.
Erwin pun mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan pantai agar tetap aman dan layak dikunjungi, khususnya pada momentum libur hari raya dan akhir tahun.


