"Camat Saparua Winny Prajawati Salamor, S.STP, Foto/ebbyshpl".
SAPARUA, HARIANMALUKU.COM — Camat Saparua Winny Prajawati Salamor, S.STP., M.Si menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penyelenggaraan Festival Duurstede Budaya yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX.
Ia menilai kegiatan yang memanfaatkan Benteng Duurstede—salah satu cagar budaya penting di Saparua—menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ruang ekspresi yang menguatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan tradisi lokal.
Salamor juga mengapresiasi keterlibatan berbagai Sanggar Seni dari Nusalaut, Haruku, Saparua Timur, dan Kecamatan Saparua yang menghadirkan beragam pertunjukan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Lease memiliki komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
“Sebagai pimpinan di Kecamatan Saparua, saya sangat bangga. Kegiatan seni dan budaya seperti ini tidak sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana edukatif bagi generasi muda untuk mengenali jati diri dan kekayaan budayanya,” kata Salamor, kepada media, Jumat (12/12/25).
Ia menegaskan bahwa Kecamatan Saparua memiliki warisan budaya yang kaya dan telah mendapatkan pengakuan resmi sebagai kekayaan intelektual.
Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus menggali potensi budaya yang belum tersentuh serta memastikan tidak ada unsur budaya yang hilang atau diklaim oleh pihak luar.
Salamor menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir sebagai fasilitator dan motivator dalam upaya pelestarian budaya.
“Melalui semangat kolaborasi, kita dapat membakukan berbagai unsur budaya lokal sebagai kekayaan intelektual masyarakat Pulau Saparua,” ujarnya.
Ia berharap Festival Duurstede Budaya dapat menjadi agenda tetap dan berkelanjutan guna memperkuat visi Saparua Lease yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera.
Festival berlangsung meriah dengan beragam atraksi yang disajikan oleh sanggar-sanggar seni, mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga dan merawat tradisi yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.


