Dalam rilis resmi, BMKG menyebut sejumlah daerah yang berisiko mengalami rob, yaitu Pesisir Kota Ambon, Pesisir Maluku Tengah, Pesisir Seram Bagian Timur, Pesisir Kepulauan Kei, Pesisir Kepulauan Aru, dan Pesisir Kepulauan Tanimbar.
“Dampak banjir pesisir bisa mengganggu aktivitas masyarakat di pelabuhan, pesisir, aktivitas bongkar muat, hingga permukiman di wilayah pesisir,” tulis BMKG.
BMKG menjelaskan waktu terjadinya rob akan berbeda di setiap wilayah, baik hari maupun jamnya. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, namun selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap gelombang pasang maksimal yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat juga diminta rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG, seperti situs https://stamar-ambon.bmkg.go.id, akun media sosial BMKG Maluku, atau menghubungi kantor BMKG setempat.
BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi masyarakat, terutama yang beraktivitas di pelabuhan dan pesisir, agar selalu memperhatikan perkembangan kondisi pasang surut air laut.
Peringatan dini tersebut ditandatangani oleh Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, S.Si, tertanggal 30 November 2025.


