Kegiatan EDC tahun ini diikuti 36 peserta dari berbagai komunitas seni tari tradisional, zamra, modern dance, zumba, rapper, serta penyanyi solo di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi serta pertemuan kreatif antar pemuda, pemerintah, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa anak muda Maluku Tenggara harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Larvul Ngabal, di manapun mereka berkarya. Thaher berharap kreativitas yang ditampilkan dapat menciptakan energi positif, menjaga persaudaraan, dan membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional.
Bupati juga mengajak EDC menjadikan komunitas tersebut sebagai ruang tumbuh kreativitas, sekaligus memperkuat karakter generasi muda yang beretika dan berbudaya. “Seni bukan hanya soal gerakan, tapi juga sikap dan nilai yang kita bawa dalam setiap penampilan,” pesannya.
Selain itu, pemuda diminta terus membangun kolaborasi yang sehat, menghindari persaingan negatif, serta aktif mempromosikan potensi daerah melalui karya seni dan konten kreatif di media digital. “Manfaatkan teknologi secara bijak agar karya anak muda Maluku Tenggara semakin dikenal luas,” ujar Bupati.
Sementara itu, Ketua Evav Dance Community, Christofol Boritnaban, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kepercayaan diri peserta, memperkokoh persahabatan antar komunitas, dan mendorong tumbuhnya lebih banyak talenta muda kreatif di Bumi Larvul Ngabal.
EDC berkomitmen untuk terus menjadi gerakan kolektif pemuda yang maju, bersatu, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui seni dan pertunjukan. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan melahirkan generasi yang kreatif serta produktif,” harap Christofol.
Diakhir acara, Bupati menyampaikan penghargaan dan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kegiatan ini. “Anak muda harus menjadi pelopor kebaikan dan kebanggaan bagi daerah,” ujarnya.


