Acara tersebut diikuti peserta dari komunitas EDC, sejumlah dinas terkait, serta para pelaku seni muda Kota Tual. Pembukaan secara simbolis ditandai dengan pembacaan sambutan resmi Wali Kota oleh Stafsus Ai Rolan.
Dalam sambutan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada panitia dan anak-anak EDC yang dianggap berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
“Ini adalah perhelatan akbar kreativitas anak muda. Pemerintah Kota Tual memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat kalian,” ujar Wali Kota melalui Stafsus.
Sementara itu, Ketua panitia, Norjen Jeco Notanubun, menjelaskan kegiatan ini mengangkat tema “Menyalurkan Bakat, Merangkul Generasi Menuju Kota Tual yang Maryadat”. Adapun jenis pertunjukan yang ditampilkan meliputi Tiktok dance, dance kreasi, hip-hop, dan tari tradisional.
Wali Kota dalam sambutannya menegaskan bahwa seni adalah ruang positif untuk menyalurkan energi anak muda sekaligus merajut persatuan. Nilai “Maryadat”, katanya, bukan sekadar slogan, tetapi cita-cita bersama yang tercermin dalam kreativitas, disiplin, dan penghormatan terhadap tradisi.
Pemerintah Kota Tual, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh ruang-ruang ekspresi bagi generasi muda, sekaligus menjadikan seni dan budaya lokal sebagai identitas kota. “Investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda,” tegasnya.
Wali Kota juga berharap EDC tidak hanya menjadi kelompok tari, tetapi menjadi mentor bagi anak-anak lain, pelopor melawan kenakalan remaja, serta mampu mengharumkan nama Tual di tingkat regional hingga nasional.
“Terus menari, terus berkarya, dan jadikan bakat kalian sebagai obor bagi kemajuan Kota Tual,” tutup Wali Kota dalam sambutannya.


