Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan, Karel Rahajaan, menyampaikan selamat kepada GMKI yang memasuki usia 23 tahun. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tema perayaan, “Berubahlah! Temukanlah Kasih Allah dalam Peziarahan,” menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk terus memperbarui diri, menjaga karakter iman, dan hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tual Hj. Amir Rumra menekankan bahwa usia 23 tahun merupakan fase kematangan organisasi mahasiswa. Ia berharap GMKI tetap menjadi ruang pembentukan kepemimpinan muda yang adaptif, berpikir kritis, serta berperan aktif mendukung program pembangunan daerah, termasuk bidang pendidikan, kemaritiman, dan ekonomi rakyat.
Ketua GMKI Tual–Malra, Kristo Umaratan, dalam pidato reflektifnya menyampaikan bahwa Dies Natalis merupakan momentum mengevaluasi perjalanan panjang organisasi. Ia menegaskan bahwa GMKI tetap memegang teguh spirit oikumenisme dan nasionalisme sebagai dasar berjuang di tiga medan layanan: gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dalam pidatonya, GMKI menyampaikan sejumlah catatan kritis kepada pemerintah daerah. Pertama, persoalan kelangkaan minyak tanah bersubsidi di Maluku Tenggara dan Kota Tual yang sudah berlangsung lebih dari lima minggu. GMKI mendesak pemerintah dan DPRD menata ulang distribusi melalui pemetaan wilayah serta memperkuat pengawasan terhadap lima agen resmi Pertamina.
Kedua, GMKI menyoroti lambannya penyelesaian penetapan kepala ohoi definitif di Kabupaten Maluku Tenggara. Meski ada progres pada periode pertama kepemimpinan Bupati, organisasi menilai masih ada banyak persoalan di 192 desa yang belum dituntaskan. GMKI meminta seluruh pemangku kepentingan mengawal proses tersebut sesuai Perda Ratschap dan Ohoi Tahun 2009.
GMKI juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tual yang melibatkan OKP Cipayung Plus dalam pembentukan Pemuda Komplex sebagai upaya menjaga stabilitas kamtibmas. Organisasi berharap model serupa diterapkan di Maluku Tenggara, terutama di wilayah-wilayah rawan konflik seperti Pemda, Ohoijang, Dragon, dan Ohoibun Atas.
Acara Dies Natalis turut dimeriahkan oleh berbagai penampilan, mulai dari tarian adat, pembacaan Anggaran Dasar GMKI, hingga pesan dan kesan dari mantan Ketua Umum GMKI Pusat, Jefri Gultom. Kegiatan ditutup dengan sambutan pemerintah daerah dan sesi foto bersama.


