Kei Harus Unggul dengan Ilmu, Bukan Sekadar Gelar


LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Tokoh asal Kepulauan Kei, Herman Adrian Koedoeboen, S.H., M.H., mengajak generasi muda Maluku Tenggara untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengembangan kompetensi agar mampu bersaing di tengah tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Herman dalam dialog interaktif bertajuk Mengenal Tokoh Inspiratif Herman Koedoeboen di Studio Pro 1 RRI Langgur, Senin (2/11/2026). Dialog tersebut dipandu oleh Jay Sarbunan.

Dalam perbincangan itu, Herman menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh cepat berpuas diri dengan kemampuan yang dimiliki. Potensi harus terus dikembangkan agar menjadi keunggulan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Menurut dia, generasi muda saat ini memiliki kelebihan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun, kelebihan tersebut harus disertai kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

“Tidak cukup kalau tidak ada sebuah kemauan untuk tetap meningkatkan kualitas diri. Kalau tidak, kita akan tertinggal dalam persaingan,” ujar Herman.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian gelar akademik. Hal yang lebih penting adalah kemampuan seseorang menerapkan ilmu pengetahuan dan menunjukkan kompetensinya di tengah masyarakat.

“Janganlah sekadar mencari formalitas, yang penting ada gelar. Mempertanggungjawabkan gelar itu di publik, di masyarakat, itu yang paling utama,” tegasnya.

Berawal dari Kei, Meniti Karier hingga Tingkat Nasional

Herman merupakan putra Ohoiwait, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. Perjalanan kariernya melintasi sejumlah bidang, mulai dari dosen, praktisi hukum, jaksa, hingga kepala daerah.

Dalam pengabdiannya di Korps Adhyaksa, ia pernah bertugas di Kejaksaan Negeri Tual dan menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan kejaksaan, termasuk Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Kepala Kejaksaan Tinggi, hingga Inspektur di lingkungan Kejaksaan Agung.

Ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Maluku Tenggara periode 2003–2008. Setelah mengakhiri pengabdiannya di pemerintahan daerah, Herman kembali berkarier di kejaksaan sebelum akhirnya pensiun dini dan kembali menjalankan profesi sebagai advokat.

Berbagai pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mengajarkan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.

Ia mengungkapkan bahwa prinsip yang selalu dipegang selama menjalankan tugas adalah bekerja sambil belajar dan belajar sambil bekerja.

“Bekerja sambil belajar, belajar sambil bekerja. Itu moto saya selalu dalam pekerjaan,” katanya.

Kondisi Daerah Harus Menjadi Motivasi

Herman juga menyoroti tantangan pembangunan Maluku Tenggara dan Maluku secara umum, terutama keterbatasan fiskal yang memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan harapan. Sebaliknya, keterbatasan harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan dan mencari peluang yang lebih luas.

Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Karena itu, generasi muda Kei diharapkan tidak hanya mengandalkan potensi yang dimiliki, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan menghadapi persaingan.

Menjelang akhir dialog, Herman menyampaikan pesan agar generasi muda tidak meratapi keterbatasan daerah, melainkan menjadikannya sebagai tantangan untuk menghasilkan perubahan.

“Jangan merisaukan, jangan sesali kondisi ini. Marilah adik-adik raih dan kemudian berjanji pada diri sendiri untuk mengatasi masalah ini. Karena itu, belajar, belajar, dan belajar itu penting,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok penting dalam dialog interaktif RRI Langgur, sekaligus mengingatkan bahwa masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh tempat mereka berasal, tetapi juga oleh kesungguhan dalam mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan kesempatan.

HARIANMALUKU.com

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR