Peninjauan itu dilakukan setelah Bupati menerima peserta Karnaval Budaya Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 di Taman Landmark Larvul Ngabal Langgur. Thaher kemudian bertolak ke Ohoi Evu untuk melihat langsung kondisi kebakaran di kawasan hutan.
Didampingi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Maluku Tenggara Karel Rahajaan, Bupati menempuh perjalanan lebih dari 7 kilometer ke dalam hutan. Peninjauan tersebut turut didukung armada Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) dan Lanud.
Kebakaran ini menjadi perhatian serius lantaran kawasan tersebut berkaitan dengan sumber air yang dikelola PDAM Tirta Evav Sejahtera untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di pusat Kota Langgur dan hampir seluruh ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara.
Jika kebakaran terus meluas dan berdampak pada kawasan sumber air, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan serta mengganggu keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat.
Karena itu, kondisi hutan di sekitar sumber air perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. Pemantauan lapangan serta upaya pengendalian kebakaran menjadi penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Kebakaran hutan di Ohoi Evu sekaligus menjadi pengingat bahwa kelestarian hutan memiliki hubungan erat dengan ketersediaan air bersih dan kehidupan masyarakat.
Menjaga hutan bukan sekadar melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga sumber air dan masa depan masyarakat Maluku Tenggara.


