Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffy, mengungkapkan kondisi tersebut saat diwawancarai seusai pembukaan Karnaval Budaya FPMK 2026 di Taman Landmark Larvul Ngabal, Kota Langgur, Senin (19/10/2026).
Ia mengatakan sejumlah wisatawan asing telah merencanakan kedatangan untuk menyaksikan festival sejak tahun sebelumnya. Namun, gangguan penerbangan akibat kabut asap membuat sebagian dari mereka belum dapat melanjutkan perjalanan ke Maluku Tenggara.
“Lebih dari 100 wisatawan saat ini berada di Ambon. Mereka sebenarnya sudah merencanakan kunjungan untuk Meti Kei sejak tahun lalu. Kita berharap kabut asap ini cepat berlalu,” kata Victor.
Menurutnya, sebagian wisatawan mempertimbangkan alternatif perjalanan menggunakan kapal Pelni KM Labobar yang dijadwalkan tiba pada 21 Oktober 2026. Meski demikian, jadwal perjalanan masing-masing wisatawan dapat memengaruhi kesempatan mereka untuk mengikuti rangkaian festival.
Victor menyayangkan kondisi tersebut karena promosi pariwisata yang telah dilakukan berpotensi tidak memberikan hasil maksimal apabila wisatawan mengalami kendala transportasi.
Meski menghadapi hambatan, ia mengatakan sejumlah wisatawan mancanegara yang sudah berada di Kepulauan Kei tetap menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan yang disiapkan panitia.
Pemerintah daerah bersama panitia juga berkoordinasi dengan kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, pihak imigrasi, Bea Cukai, serta masyarakat dan pemuda di lokasi kegiatan untuk mendukung keamanan dan kelancaran festival.
Victor menilai keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan event pariwisata. Pengalaman wisatawan selama berada di Maluku Tenggara diharapkan turut memperkuat promosi destinasi tersebut.
FPMK 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan budaya dan pariwisata, antara lain Karnaval Budaya, Lomba Goyang Meti Kei Jilid III, panah ikan di Ohoi Kolser, serta penangkapan ikan secara tradisional atau werwerat.
Puncak festival dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026, dengan rencana penampilan sekitar 3.000 hingga 4.000 penari.
Pemerintah daerah berharap kondisi penerbangan segera membaik sehingga wisatawan dapat mengunjungi Kepulauan Kei dan menikmati rangkaian Festival Pesona Meti Kei 2026.


