Benhur Watubun: Toleransi Kei Jadi Modal Besar Membangun Maluku


LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Ketua MPP XXXVII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Benhur George Watubun, menegaskan bahwa nilai-nilai adat dan budaya Kei menjadi modal sosial penting dalam memperkuat toleransi antarumat beragama sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Menurut Benhur, kehidupan masyarakat Kepulauan Kei telah lama dibangun di atas semangat persaudaraan, gotong royong, dan saling menghormati, meskipun masyarakat memiliki latar belakang agama yang berbeda.

Hal itu disampaikannya dalam dialog interaktif RRI Langgur saat membahas pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII AMGPM di Ohoi Ohoira, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara.

Benhur menilai, penyelenggaraan kegiatan gerejawi tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda internal organisasi keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial masyarakat dan memperkuat hubungan lintas agama.

Ia mencontohkan keterlibatan umat Muslim dalam mendukung kegiatan gereja, begitu pula keterlibatan umat Kristen dalam pembangunan masjid. Menurutnya, praktik kebersamaan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dipelihara.

“Agama ini baru saja lahir, tetapi adat sudah menyatukan kita lebih dahulu,” demikian inti pandangan Benhur mengenai kuatnya nilai persaudaraan dalam kehidupan masyarakat Kei.

Ketua DPRD Provinsi Maluku itu juga menekankan pentingnya sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan lembaga keagamaan.

Karena itu, ia berharap hasil-hasil persidangan MPP XXXVII AMGPM dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret, baik untuk penguatan organisasi maupun pelayanan sosial kemasyarakatan.

Benhur juga mengajak generasi muda Maluku untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Student today, leader tomorrow,” ujarnya, mengingatkan bahwa generasi muda yang belajar dan mempersiapkan diri hari ini merupakan calon pemimpin pada masa mendatang.

Ia berharap nilai-nilai adat Kei, termasuk semangat persaudaraan dan gotong royong, terus menjadi pedoman dalam menjaga kerukunan serta membangun Maluku yang lebih maju dan bermartabat.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR