Hal itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun saat menghadiri sosialisasi pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah SPAM Evu, Rabu (2/9/2026).
Thaher mengungkapkan masih terdapat sejumlah wilayah di Kei Besar yang membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur air bersih.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Kei Besar Selatan Barat yang memiliki sejumlah kampung dengan kebutuhan air cukup tinggi.
Bupati juga mengusulkan pengembangan SPAM dari sejumlah sumber air yang dinilai memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas PUTR Maluku Tenggara Herling Priartha menambahkan, pemerintah daerah telah memasukkan usulan SPAM Balurung ke dalam sistem perencanaan.
Namun, terdapat kebutuhan pemutakhiran dokumen Detail Engineering Design (DED) karena adanya perubahan analisis dan kondisi perencanaan.
"Kami sudah memasukkan di aplikasi sejak 2020, namun karena kendala ARC yang sudah berubah-ubah, perlu pemutakhiran DED," jelasnya.
Pihak Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Maluku menyambut baik usulan tersebut. Kepala Balai Andreas Budi Wirawan mengatakan, usulan pembangunan dapat ditindaklanjuti sepanjang persyaratan kesiapan atau readiness criteria terpenuhi.
Ia juga menekankan pentingnya penentuan skala prioritas agar usulan yang diajukan dapat diperjuangkan secara bertahap.
Bupati berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan air bersih di Maluku Tenggara terus diperkuat.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sehingga pembangunan sumber dan jaringan air harus menjadi perhatian bersama.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sendiri telah memiliki Rencana Induk SPAM 2022–2041 sebagai pedoman pengembangan sistem penyediaan air minum dalam jangka panjang.


