Pesan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara dalam sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M. Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, pemerintahan, maupun kehidupan sosial.
Menurut Bupati, Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan membangun persaudaraan di tengah perbedaan.
“Rasulullah SAW adalah teladan kita,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Bupati juga mengingatkan masyarakat Maluku Tenggara untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh, tetapi sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan bersama.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai kita terpecah karena perbedaan,” menjadi salah satu penekanan dalam sambutan tersebut.
Ain Ni Ain Jadi Kekuatan Masyarakat Kei
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Maluku Tenggara memiliki warisan budaya yang sangat luhur, yakni Ain Ni Ain yang mengajarkan masyarakat untuk saling memiliki, saling menghormati, dan saling membantu.
Nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk terus dijaga di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Persaudaraan adalah kekuatan kita. Kedamaian adalah modal kita,” pesan Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada pembangunan yang dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat hidup dalam perselisihan. Karena itu, energi masyarakat harus diarahkan untuk membangun, bukan untuk saling mencurigai dan memperbesar perbedaan.
Kebebasan Bukan Berarti Bebas Menyakiti
Perhatian khusus juga diberikan terhadap penggunaan media sosial. Bupati mengingatkan masyarakat agar kemajuan teknologi digunakan untuk mempererat hubungan dan menyebarkan informasi yang bermanfaat.
“Kebebasan bukan berarti bebas menyakiti orang lain,” tegasnya.
Media sosial, lanjutnya, harus menjadi sarana mempererat persaudaraan, menyebarkan informasi yang benar, mengedukasi masyarakat, serta memperkuat kepedulian sosial.
Masyarakat juga diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu kesalahpahaman dan perpecahan.
Generasi Muda Diminta Jaga Warisan Leluhur
Bupati turut mengajak generasi muda Maluku Tenggara untuk menjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
“Sudah sejauh mana kita meneladani Rasulullah SAW? Apakah kejujuran beliau sudah hadir dalam kehidupan kita? Apakah kasih sayang beliau sudah hadir dalam keluarga kita? Dan apakah semangat persaudaraan beliau sudah kita wujudkan dalam kehidupan masyarakat Maluku Tenggara?” demikian pesan reflektif dalam sambutan tersebut.
Bupati berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Ia mengajak masyarakat untuk mengubah kemarahan menjadi kesabaran, perselisihan menjadi persaudaraan, serta perbedaan menjadi kekuatan untuk membangun Maluku Tenggara yang lebih harmonis, maju, dan bermartabat.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Ain Ni Ain, persaudaraan, kerukunan, dan kedamaian di Tanah Kei.
“Mari kita jaga hubungan antara satu dengan yang lain. Mari kita hormati para orang tua. Mari kita sayangi anak-anak dan generasi muda. Mari kita berikan ruang kepada pemuda untuk berkarya. Mari kita rawat hubungan antarmarga,” pesannya.


