Penundaan tersebut disampaikan perwakilan tim Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2, dr. Tasya, saat kapal akan merapat di Pelabuhan Elat, Sabtu (5/9/2026).
Sebelumnya, pelayanan kesehatan direncanakan mulai Senin, 7 September 2026. Namun, kondisi gelombang tinggi menyebabkan perjalanan kapal yang semestinya ditempuh sekitar dua hari menjadi empat hari.
“Yang tadinya kami akan mulai tanggal 7 September, terpaksa dimundur menjadi tanggal 8 September,” ujar dr. Tasya.
Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut disebabkan kondisi ombak yang besar selama perjalanan menuju wilayah Kei Besar.
Tim Dokter Shair meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta masyarakat untuk menyebarluaskan informasi mengenai perubahan jadwal tersebut.
“Mohon dukungan informasi dari kepala puskesmas kepada masyarakat untuk bisa diinformasikan pelayanan medis dimulai pada tanggal 8 September 2026,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi kepada tim Dokter Shair yang datang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kei Besar.
Bupati meminta seluruh jajaran kesehatan di Kei Besar memberikan dukungan penuh agar pelayanan medis tersebut dapat berjalan lancar.
Ia juga meminta fasilitas kesehatan setempat membantu menyediakan kebutuhan ruangan dan tenaga apabila diperlukan selama pelaksanaan pelayanan kesehatan.
“Atas nama Pemerintah Daerah saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Dokter Shair yang peduli terhadap kesehatan masyarakat Maluku Tenggara, khususnya Kei Besar,” ujar Thaher.
Kedatangan Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2 di Elat diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Kei Besar terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Dengan perubahan jadwal tersebut, masyarakat diminta mencatat bahwa pelayanan kesehatan Dokter Shair di Elat mulai dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026.


