Upacara yang mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” tersebut diinisiasi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tual selaku tuan rumah dan diikuti tujuh unsur perhubungan serta tenaga kerja bongkar muat di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual Ridwan Abduh Fadirubun bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Wali Kota Tual yang sedang melaksanakan tugas di luar daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor UPP Kelas II Tual Handi Abduh, S.Sos., Kepala Kantor UPBU Kelas II Karel Sadsuitubun Langgur Capt. Mark Ferdinan P., S.E., S.SiT., M.M., Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tual Jusuf Heljanan, S.T., M.H., Danyon C Pelopor Kompol Rudi Muskitta, serta sejumlah pejabat perwakilan Forkopimda dan tamu undangan.
Peserta upacara berasal dari Distrik Navigasi Kelas III Tual, Kantor UPBU Kelas II Karel Sadsuitubun Langgur, UPP Kelas II Tual, PLP Kelas II Tual, Dinas Perhubungan Kota Tual, Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tenggara, dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso Tual.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali laporan komandan upacara, penghormatan kepada inspektur upacara, pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pembacaan Lima Citra Manusia Perhubungan.
Dalam amanat Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudi Purwagandhi yang dibacakan Ridwan Abduh Fadirubun, keselamatan ditegaskan sebagai tanggung jawab moral seluruh insan perhubungan.
“Dalam transportasi, keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administrasi terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat Menteri Perhubungan.
Menurut Menteri Perhubungan, berbagai musibah transportasi yang terjadi menjadi pengingat agar keselamatan tidak berhenti pada prosedur administratif. Standar keselamatan harus benar-benar diterapkan di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan sekaligus konektivitas, terutama ketika transportasi menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam, gangguan penerbangan, maupun kecelakaan pelayaran.
“Berani menghentikan operasi ketika keadaan tidak aman, tetapi juga cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus,” tegasnya.
Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, sektor transportasi diharapkan mampu menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Perhatian juga diarahkan pada wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), penguatan angkutan massal, integrasi antarmoda, serta perbaikan sistem logistik agar konektivitas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian.
Menteri Perhubungan juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi integritas dan kepedulian manusia. Menurutnya, teknologi pengawasan harus menghasilkan perjalanan yang lebih aman, kepatuhan yang lebih baik, serta sistem logistik yang semakin tertib.
“Secanggih apa pun teknologi, ujung dari pelayanan publik tetap manusia,” ujarnya.
Pada peringatan Harhubnas tahun ini, seluruh insan perhubungan juga diajak menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan jamuan makan siang bersama yang diikuti seluruh peserta upacara dan tamu undangan.
Suasana semakin semarak dengan berbagai atraksi dan tarian khas Kepulauan Kei yang ditampilkan dalam rangkaian acara. Selain menjadi hiburan, penampilan budaya tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan dan silaturahmi antar insan perhubungan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.


