Hal itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara saat membuka kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Ohoi Ohoiel Kecamatan Kei Besar di Gedung Serbaguna Elat, Kamis (6/8).
Bupati mengatakan, sebelumnya Pemerintah Daerah telah memperjuangkan penanganan empat jembatan kepada Pemerintah Pusat. Dari hasil koordinasi tersebut, satu jembatan terpanjang di Ohoi Weer disebut telah mendapat penanganan.
Tidak berhenti di situ, Bupati kemudian melakukan komunikasi dengan Pangdam XV Pattimura terkait tiga jembatan lainnya yang belum dapat dibangun karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Menurut Bupati, Pangdam menyatakan kesiapan TNI untuk membantu menangani tiga jembatan tersebut.
“Yang tiga lagi ini menjadi tanggung jawab saya, tanggung jawab tentara,” kata Bupati mengutip pernyataan Pangdam dalam pertemuan tersebut.
Hanubun meminta Perangkat Daerah dalam hal ini OPD terkait agar segera menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut agar rencana pembangunan tiga jembatan ini dapat direalisasikan.
Thaher menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah berhenti memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses transportasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas warga.
Bupati juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah Maluku Tenggara terus diperjuangkan, termasuk membuka akses jalan antar kampung serta memperluas pelayanan listrik di beberapa Ohoi belum terjangkau.
“Jangan pernah merasa rendah diri, jangan pernah merasa kalah. Kita harus membangun kebersamaan,” tegasnya.
Bupati berharap dukungan Pemerintah Pusat, TNI, Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah yang berjuluk Bumi Larvul Ngabal itu.


