Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa peluit pertandingan dibunyikan serentak di 11 kecamatan sebagai simbol persatuan masyarakat Maluku Tenggara. Semangat "Vuut Ain Mehe Ngivun, Manut Ain Mehe Tilur" menjadi pesan utama agar seluruh masyarakat tetap bersatu meski berasal dari ohoi yang berbeda.
Bupati menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh peserta. Pertama, menjunjung tinggi sportivitas dengan menghormati lawan, wasit, dan panitia. Menurutnya, kemenangan akan lebih bermakna apabila diraih dengan cara yang terhormat, sementara atlet putri menjadi bagian penting dalam kemajuan olahraga di setiap ohoi.
Pesan kedua berkaitan dengan keamanan. Bupati mengingatkan agar setiap perselisihan diselesaikan melalui panitia, bukan dengan keributan di lapangan. Ia juga menegaskan larangan membawa minuman keras maupun senjata tajam ke arena pertandingan serta meminta kepala ohoi, tokoh adat, dan pemuda ikut menjaga para pendukung agar tetap tertib.
Selain olahraga, Bupati juga mendorong turnamen menjadi penggerak ekonomi rakyat. Camat dan kepala ohoi diminta menyediakan lapak bagi pelaku UMKM lokal tanpa pungutan yang memberatkan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan keramaian turnamen untuk meningkatkan pendapatan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap Turnamen Bola Voli Antar-Ohoi Bupati Cup 2026 mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, mempererat persaudaraan antar-ohoi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pertandingan secara resmi dinyatakan dibuka dan seluruh peserta diminta bertanding secara sportif serta pulang dengan selamat," ucap Camat Manyeuw.


