Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Pelantikan Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Maluku Tenggara Periode 2026–2030 dan Rapat Kerja Daerah Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Langgur, Minggu (14/6/2026).
Menurut Thaher Hanubun, perkembangan teknologi informasi dan media sosial memang memberikan banyak manfaat, namun juga membawa tantangan besar yang harus dihadapi secara bijak oleh masyarakat.
Salah satu ancaman yang paling nyata adalah derasnya penyebaran informasi palsu yang dapat memicu konflik, perpecahan, dan merusak hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin di tengah masyarakat.
“Literasi digital keagamaan sangat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah di media sosial,” tegas Bupati.
Ia menilai, tantangan kehidupan saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut krisis nilai yang perlahan menggerus kehidupan sosial masyarakat.
“Ancaman terbesar kita hari ini bukan lagi sekadar kemiskinan ekonomi, tetapi juga kemiskinan nilai,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, berbagai persoalan sosial yang muncul saat ini menjadi tanda bahwa nilai-nilai kebersamaan mulai mengalami erosi.
“Banyak anak muda kehilangan arah karena minim keteladanan. Banyak keluarga retak bukan karena kekurangan materi, tetapi karena kurangnya komunikasi dan kasih sayang. Banyak persaudaraan renggang bukan karena jarak pulau, tetapi karena sempitnya hati,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Thaher kembali mengingatkan pentingnya menjaga falsafah hidup masyarakat Kei, yakni Ain Ni Ain, yang mengajarkan bahwa setiap orang adalah saudara dan harus saling menghormati serta menjaga satu sama lain.
Menurutnya, nilai luhur tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga keharmonisan masyarakat Maluku Tenggara yang selama ini dikenal hidup dalam semangat persaudaraan, gotong royong, dan toleransi.
“Nilai Ain Ni Ain mengajarkan bahwa kemuliaan hidup tidak dibangun di atas ego, melainkan kebersamaan. Tidak ditegakkan oleh perbedaan, tetapi dipererat oleh kasih sayang,” tuturnya.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk BKMT, tokoh agama, tokoh adat, dan keluarga, untuk terus merawat nilai-nilai persaudaraan di tengah derasnya pengaruh media sosial dan perubahan zaman.
Ia menegaskan bahwa majelis taklim harus tampil lebih aktif sebagai benteng moral masyarakat, bukan hanya menjadi tempat pengajian rutin, tetapi juga pusat pembinaan akhlak, pendidikan keluarga, dan penguatan karakter generasi muda.
“Jangan biarkan media sosial mengalahkan budaya silaturahim. Jangan biarkan generasi kita tumbuh dekat dengan gawai tetapi jauh dari nilai-nilai agama,” pesan Thaher.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara untuk menjaga persatuan dan terus menghidupkan semangat Ain Ni Ain sebagai warisan luhur yang telah menjadi identitas masyarakat Kei selama berabad-abad.
“Kei adalah negeri yang dibangun oleh cinta, dipelihara oleh adat, dan dikuatkan oleh doa-doa orang tua. Mari kita rawat Maluku Tenggara dengan semangat Ain Ni Ain, semangat gotong royong, dan semangat persaudaraan,” pungkasnya.


