Peluncuran program tersebut menjadi salah satu agenda utama menjelang Hardiknas 2026 yang dihadiri ribuan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta unsur Forkopimda dan masyarakat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menyampaikan bahwa Hardiknas tahun ini mengusung tema lokal “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Pertiwi” yang menekankan pendidikan berbasis budaya daerah.
Menurutnya, pendidikan di Maluku Tenggara harus dibangun dari nilai-nilai adat Kei sebagai fondasi karakter, moral, dan tanggung jawab generasi muda.
“Nilai adat Kei harus menjadi kekuatan utama dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Sekolah Aman dan Sehat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Selain peluncuran program, kegiatan Hardiknas 2026 juga dirangkaikan dengan jalan santai massal, kampanye pendidikan, serta rencana lomba-lomba pengembangan bakat siswa.


