Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menegaskan bahwa terlepas dari hasil akhir perlombaan seluruh peserta adalah pemenang.
“Semua peserta hari ini adalah pemenang. Mereka menang karena berani tampil, mengalahkan rasa takut, dan menunjukkan kemampuan terbaik,” ujarnya.
Ia juga memastikan proses penilaian berlangsung objektif tanpa intervensi. Penentuan juara sepenuhnya diserahkan kepada Dewan Juri sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
“Tidak ada intervensi. Juri bekerja profesional,” tegasnya.
Bagi Hanoeboen, lomba ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi sarana membangun karakter anak, terutama dalam menumbuhkan kepercayaan diri, keberanian, dan sportivitas.
Kedepan, Dinas Pendidikan menargetkan kegiatan serupa dapat digelar lebih besar dengan jumlah peserta meningkat hingga 100 orang. Setiap sekolah diharapkan mengirimkan minimal satu peserta untuk memeriahkan kegiatan.
Ditengah tingginya antusiasme peserta, Bin Raudha mengakui adanya keterlambatan jadwal penampilan akibat padatnya rangkaian kegiatan. Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada peserta dan orang tua.
“Kami mohon maaf jika ada kekurangan. Panitia telah berupaya maksimal memberikan yang terbaik,” katanya.
Selain itu, ia mengajak orang tua untuk lebih terlibat dalam pendidikan anak, termasuk menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang yang akan mengusung konsep “parenting” serta penggunaan pakaian adat Nusantara.
“Pendidikan tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah. Peran orang tua itu yang sangat penting” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda yang percaya diri, berani, dan kreatif.


