Kegiatan yang mempertemukan pemuda Fiditan Kampung Baru dan Fiditan Kampung Lama ini bukan sekadar hiburan menyambut sahur. Lebih dari itu, menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa aman, dan membangun kebersamaan selama bulan suci Ramadan.
Dengan penuh kehangatan, para pemuda tampil menyanyikan lagu-lagu bernuansa kebhinekaan dan membacakan puisi bertema persatuan bangsa serta pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Suasana akrab terlihat antara aparat kepolisian dan masyarakat, menandakan sinergi yang semakin erat.
Dalam arahannya, Wakapolres Tual menegaskan bahwa pemuda adalah pilar utama dalam menjaga stabilitas daerah.
“Pemuda adalah ujung tombak pembangunan dan penjaga keamanan. Melalui kegiatan seperti ini, kita mempererat silaturahmi dan membangun sinergi kuat antara polisi dan masyarakat demi Tual yang aman dan damai,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan “Dendang Sahur” tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut hingga akhir Ramadan sebagai simbol komitmen bersama menjaga kondusivitas wilayah.
Sementara itu, perwakilan pemuda Desa Fiditan pun menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Mereka menilai kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang rukun dan harmonis.
Ramadan di Kota Tual kali ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan, persaudaraan, dan kolaborasi. Lewat “Dendang Sahur”, pesan damai digaungkan — bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.


