Insiden tersebut mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka berat sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.
Dua korban meninggal masing-masing bernama Topik Hidayat (29) dan Muhamad Yhudi (23). Keduanya merupakan pekerja bangunan yang berasal dari Desa Cikakak, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sementara satu korban selamat, Henro (33) yang bekerja sebagai mandor bangunan, mengalami luka serius pada kepala, jari tangan kanan, siku, dan pergelangan tangan kanan.
Berdasarkan keterangan salah seorang pekerja di lokasi, Reinal Muhamad Ridwan, peristiwa bermula saat para pekerja melakukan pembongkaran lantai bangunan. Tiba-tiba angin kencang menerjang lokasi proyek hingga merobohkan salah satu dinding bangunan yang disebut belum dipasang sistem penyangga atau penahan secara permanen. Runtuhan tembok kemudian menimpa para korban yang sedang bekerja.
Rekan-rekan korban segera melakukan evakuasi dan membawa ketiganya ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Namun, dua korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit, sedangkan Henro masih menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dideritanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pihak penanggung jawab proyek telah berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga korban terkait proses penanganan jenazah. Kedua korban rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman mereka di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, setelah seluruh proses administrasi dan kesepakatan dengan pihak keluarga selesai.
Hingga kini, aparat dari Polres Maluku Tenggara bersama personel Kodim 1503/Tual dan instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ambruknya dinding bangunan tersebut. Polisi juga akan mendalami apakah seluruh prosedur keselamatan kerja telah diterapkan dalam proyek pembangunan tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena menambah daftar kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa. Hasil penyelidikan aparat nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab insiden sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut.


