Prosesi pelepasan berlangsung penuh khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga calon jemaah haji.
Dalam laporan resminya, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maluku Tenggara Ratna Wati Tamnge, S.H, mengungkapkan bahwa daftar tunggu atau waiting list haji di daerah tersebut kini mencapai 900 jemaah dengan masa tunggu hingga 26 tahun.
“Waiting list Kabupaten Maluku Tenggara per 30 April sebanyak 900 jemaah dengan masa tunggu 26 tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kuota haji Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2026 sebenarnya sebanyak tiga jemaah.
Namun satu jemaah mahram memilih bergabung dengan Kota Ambon sehingga total jemaah yang diberangkatkan dari Maluku Tenggara hanya dua orang, terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan.
Kedua calon jemaah haji itu tergabung dalam Kloter 26 UPG bersama jemaah asal Kota Ambon, Kota Tual, Maluku Tengah, Kepulauan Aru, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kabupaten Buru, Buru Selatan, hingga NTB.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah dalam kloter tersebut mencapai 393 orang setelah bergabung dengan jemaah asal Papua Barat dan Sulawesi Selatan.
Calon jemaah haji Maluku Tenggara diberangkatkan dari Bandara Karel Sadsuitubun Langgur menuju Ambon menggunakan pesawat Lion Air pada Jumat pagi pukul 09.45 WIT.
Selanjutnya, para jemaah akan bermalam di Asrama Haji Waiheru Ambon sebelum melanjutkan penerbangan menuju Makassar menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan diterbangkan ke Jeddah, Arab Saudi.
“Jemaah Kloter 26 UPG Maluku akan ditempatkan di wilayah Raudhah sektor lima di Al Sa’a Flower Hotel dengan jarak sekitar 3,1 kilometer dari Masjidil Haram,” jelasnya.
Sementara itu, sambutan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Rasyid, SE., M.Si menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan panggilan suci yang tidak semua umat Islam dapat memperolehnya.
“Meskipun jumlah jemaah tahun ini hanya dua orang, hal itu tidak mengurangi makna dan kekhususan acara ini. Kedua jemaah ini adalah perwakilan masyarakat Maluku Tenggara yang mendapatkan kehormatan untuk menunaikan rukun Islam kelima,” katanya.
Bupati juga menitipkan sejumlah pesan kepada para jemaah agar menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas haji, menjaga sikap dan kebersamaan, serta mendoakan Maluku Tenggara agar senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kemajuan.
“Semoga kedua jemaah haji kita kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” tutupnya.


