Plt. Kadisdik Malra Bin Raudha Arif Hanoeboen. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara menghadirkan pesan tegas bahwasannya pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Pesan itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, dalam unggahan video yang diposting akun Facebook Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Sabtu (2/5/2026).
Dengan mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Berkualitas untuk Semua”, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan pendidikan.
“Hardiknas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar satuan pendidikan, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.
Raudha menilai, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan mencintai tanah air.
Menariknya, Maluku Tenggara turut menghadirkan identitas lokal melalui tema “Mengukir adat menjadi ilmu, menenun bakti bagi bumi pertiwi” yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Tema tersebut mencerminkan komitmen daerah dalam menjadikan adat sebagai bagian penting dalam proses pendidikan, sekaligus memperkuat jati diri generasi muda di tengah arus modernisasi.
Diakhir pernyataannya, Hanoeboen mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak bersama demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
“Mari bergerak bersama, merawat adat, menyalakan ilmu, dan menenun bakti bagi Indonesia tercinta,” ujarnya.
.png)

