Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, mengatakan aplikasi tersebut lahir dari tantangan langsung Bupati untuk menjawab kendala geografis daerah kepulauan.
“Kalau cuaca buruk atau akses laut tertutup, guru tidak bisa ke Langgur. Maka harus ada solusi digital,” ujarnya di Langgur Senin (25/5/2026).
Melalui aplikasi tersebut, guru dapat mengurus perizinan, kenaikan pangkat, satyalencana, hingga layanan administrasi lainnya secara daring.
Menurut Raudati, inovasi ini juga bertujuan mengurangi praktik meninggalkan sekolah hanya karena urusan administrasi yang biasanya memakan waktu berhari-hari.
“Sekarang cukup lewat aplikasi. Tidak perlu lagi datang, tinggal upload dokumen, diverifikasi, lalu selesai,” katanya.
Meski belum resmi diluncurkan, aplikasi itu disebut sudah mulai digunakan oleh sejumlah sekolah.
Langkah ini dinilai menjadi terobosan penting dalam modernisasi birokrasi pendidikan di Maluku Tenggara.


