Pendidikan Malra Disorot! Puluhan OKP ‘Turun Gunung’, Diskusi Hardiknas 2026 Dibanjiri Ide Besar

Potret baliho Diskusi Publik rangkaian Hardiknas 2026 di Maluku Tenggara. Sumber: Disdik Malra.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Diskusi Publik Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara mendadak jadi sorotan, setelah puluhan organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) “turun gunung” membahas masa depan pendidikan di Kepulauan Kei, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Lapangan Apel Dinas Pendidikan Maluku Tenggara ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi ajang “adu gagasan” untuk mencari solusi konkret di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan geografis yang selama ini membayangi dunia pendidikan di wilayah Kepulauan Kei.

Pablo Rafra dalam sambutan pembukanya menegaskan, forum ini diharapkan melahirkan ide-ide besar yang bisa langsung berdampak pada kemajuan pendidikan daerah.

“Beta yakin, katong semua yang hadir di sini karena kecintaan terhadap pendidikan. Semoga ide-ide yang lahir hari ini jadi langkah awal perubahan,” ujarnya.

Menariknya, diskusi ini mempertemukan beragam kekuatan pemuda dan masyarakat, mulai dari KNPI, Ansor, HMI, GMKI, PMKRI, IMM, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, hingga komunitas lokal seperti Gerakan Kei Cerdas dan Pemuda Langgur.

Kehadiran mereka menunjukkan satu pesan kuat bahwa masa depan pendidikan Maluku Tenggara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi yang kental, forum ini diharapkan menjadi titik balik lahirnya kebijakan dan gerakan nyata untuk pemerataan serta peningkatan kualitas pendidikan di daerah kepulauan.

Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian Hardiknas 2026 yang tak hanya meriah, tetapi juga penuh gagasan dan harapan baru bagi dunia pendidikan di Maluku Tenggara.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR