Wabup Malra: Anggaran Turun, Jangan Loyo! Saatnya Pendidikan Berpikir “Out of the Box”

Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat membangun sektor pendidikan. Justru sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu lahirnya inovasi baru.

Penegasan itu disampaikan Rahantoknam saat membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pendidikan Tahun 2027 yang digelar di Ball Room Syafira Hotel, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara itu dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Rasyid, Kepala Bappelitbangda Maluku Tenggara Clemens Welafubun, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara Bin Raudha Arif Hanoeboen, Camat, delegasi Kecamatan, serta para pemangku kepentingan di sektor pendidikan.

Dalam sambutannya, Rahantoknam secara terbuka mengingatkan seluruh peserta forum bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pola pikir baru dalam merancang program pendidikan.

“Anggaran memang turun. Tapi jangan sampai kita dengar anggaran turun lalu jadi loyo atau malas. Justru kita harus berpikir out of the box, mencari cara agar sasaran pendidikan tetap tercapai,” tegasnya.

Menurutnya, forum OPD merupakan momentum strategis untuk menyatukan gagasan, menyelaraskan program, sekaligus merumuskan langkah konkret pembangunan pendidikan yang terintegrasi dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Forum tersebut mengusung tema “Pengembangan Perekonomian yang Inklusif Berbasis Potensi Lokal, Pelayanan Dasar yang Merata, Sumber Daya Manusia yang Kuat, dan Ketercukupan Pangan.”

Rahantoknam menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus bersifat inklusif dan menjangkau seluruh wilayah Maluku Tenggara, bukan hanya terpusat di kota.

“Pendidikan harus dirasakan sampai ke desa-desa atau ohoy. Tidak boleh hanya berkembang di kota saja,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak sekadar hadir saat pembukaan forum, tetapi tetap aktif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Bagi Wabup, kebiasaan forum yang ramai saat pembukaan tetapi sepi saat pembahasan harus mulai diubah.

“Kalau pembukaan ramai, sampai penutupan juga harus tetap ramai. Karena ide, gagasan, dan inovasi lahir dari diskusi bersama,” katanya.

Rahantoknam meyakini bahwa banyak orang cerdas yang hadir dalam forum tersebut. Karena itu, ia berharap seluruh peserta berani menyampaikan gagasan yang dapat mendorong kemajuan pendidikan di Maluku Tenggara.

“Bukan hanya satu dua orang yang pintar di sini. Beta yakin semua yang hadir di sini punya pemikiran hebat. Tinggal bagaimana kita menyatukan pikiran untuk pendidikan di Maluku Tenggara,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjutnya, berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan, pemerataan pelayanan dasar, serta penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.

Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Maluku Tenggara yang Cerdas, Mandiri, dan Demokratis menuju Maluku Tenggara Hebat.

Pembukaan Forum OPD Bidang Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2027 kemudian ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan perencanaan pembangunan pendidikan di daerah.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR